Langsung ke konten utama

Postingan

Perencanaan dan pengorganisasian Kinerja Pendidikan

Perencanaan dan Pengorganisasian Kinerja Pendidikan   Dosen pengampu : Syamsuddin S.pd I , M.pd.   Makalah Ini DiSusun Untuk Memenuhi Salah Satu  Tugas Mata Kuliah Manajeman Kinerja dalam pendidikan Prodi Manajeman Pendidikan Islam Oleh kelompok I: Herlina                                     15010103050 Nurhalijah Dm            15010103006 Rohayanti                    15010103030 Ratna Ningsih             15010103010 Husnu A S alim            150101030 02 Suytno ...

Fact finding, Palning, Communicating, evaluatin dalam hubungan masyarakat

Manajeman Humas   Tugas Ini DiSusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Manajeman Humas Prodi Manajeman Pendidikan Islam Oleh kelompok IV: Herlina                                    15010103050 Nurhalijah Dm            15010103006 Nisnaini                       15010103025 Moh. Rohim                15010103026 FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KENDARI 2017 Ilustrasi: Tanggal 7 Maret 2007, Garuda Indonesia mengalami tragedi accident yang berjenis Boeing...

Manajeman Humas menentukan Fact Finding

Fact Finding Fact finding atau penemuan fakta dilakukan untuk mengetahui apakah situasi dan pendapat dalam masyarakat menunjang atau justru men g hambat kegiatan organisasi, instansi atau justru peru s ahaan. Fact finding Adalah sebuah proses untuk mengenali dan mendefinisikan masalah yang dihadapi oleh organisasi atau lembaga pendidikan sebagai dasar acuan untuk menyusun langkah selanjutnya public relation sebagai masukan kebijakan bagi pihak manajeman. Fact finding juga merupakan langkah pertama yang meliputi kegiatan untuk meneliti dan mengawasi pengetahuan, pendapat, sikap, dan tingkah laku khalayak yaitu pihak-pihak yang berkepentingan atau terpengaruh oleh tindakan atau dan kebijakan organisasi atau lembaga pendidikan pada intinya, langkah pertama ini merupakan kegiatan intelegent untuk mengumpulkan informasi atau data yang menjadi dasar berpijak praktis humas guna mengambil langkah selanjutnya. Dalam kegiatan penentuan masalah ini praktis humas harus menjawab pertanyaan, “apa...
NAMA: Herlina Nim: 15010103050 Prodi : Manajeman Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari 1. tidak semua manusia dapat berpikir filsafat karna sebagian manusia ketika berpikir hanya mampu betpikir saja dan belum tentu yang dipikirkannya itu bermakna atau mempunyai tujuan yang jelas dan tanpa mencari solusi yang di pikirkannya. Sedangkan manusia yang mampu berpikir filsafat yaitu manusia yang berpikir pada awalnya memiliki rasa kekaguman, keherangan, kesangsian, kesadaran tentang keterbatasan pada suatu hal sehingga mendorong manusia untuk berpikir kritis dengan tujuan untuk mendapatkan unsur-unsur yang hakiki sehingga dihasilkan pemahaman yang mendalam yang bersifat universal. 2. ciri berpikir filsafat dan syarat berpikir filsafat. 1)       ciri berpikir filsafat 1.        Berfikir secara radikal. Artinya berfikir sampai ke akar-akarnya. Radikal berasal dari kata Yunani radix yang berarti akar. M...

Filsafat

1. tidak semua manusia dapat berpikir filsafat karna sebagian manusia ketika berpikir hanya mampu betpikir saja dan belum tentu yang dipikirkannya itu bermakna atau mempunyai tujuan yang jelas dan tanpa mencari solusi yang di pikirkannya. Sedangkan manusia yang mampu berpikir filsafat yaitu manusia yang berpikir pada awalnya memiliki rasa kekaguman, keherangan, kesangsian, kesadaran tentang keterbatasan pada suatu hal sehingga mendorong manusia untuk berpikir kritis dengan tujuan untuk mendapatkan unsur-unsur yang hakiki sehingga dihasilkan pemahaman yang mendalam yang bersifat universal. 2. ciri berpikir filsafat dan syarat berpikir filsafat. Ø   ciri berpikir filsafat a.        Berfikir secara radikal. Artinya berfikir sampai ke akar-akarnya. Radikal berasal dari kata Yunani radix yang berarti akar. Maksud dari berfikir sampai ke akar-akarnya adalah berfikir sampai pada hakikat, esensi atau sampai pada substansi yang dipikirkan. Manusia yang b...